Wartawan, Reporter, dan Pers.

Suatu ketika saya pernah bertanya pada seseorang sumber- ketika mengikuti sebuah training tentang kewartawanan di salah satu kota. topik yang di bahas pada saat itu mengenai pengenalan apa itu wartawan dan segala tetek bengeknya. tiba tiba muncul sebuah pertanyaan dalam pikiran saya yang pada kala itu memang awam dalam hal tersebut. mengenai perbedaan antara wartawan, reporter, dan pers. dan dijawablah oleh sang sumber pertanyaan bodoh saya (menurut versi saya)- dan kemudian di jawablah dengan tenang oleh sumber yang mungkin berpikir tidak menyangka ada pertanyaan seperti itu (itu terlihat dari raut muka nya-heheheheh….-muuungkiiin lhooo) .

ia pun menerangkan bahwa wartawan, reporter dan pers itu sama, sama sama mencari berita membuat berita, dan melaporkannya namun yang membuat beda diantara ketiga tersebut adalah tempat bekerja, semisal reporter sebutan wartawan yang bekerja pada media elektronik seperti televisi yang langsung terjun di lapangan  dan melaporkan.

namun saya belum puas  saya pun berusaha mencari jawaban sendiri-atas ketidak puasan jawaban tersebut. hingga pada akhirnya saya menemukan sebuah buku lebar bersampul biru –berjudul Panduan jurnalistik Praktis. dan di situ saya temukan asal usul beberapa istilah yang coba saya tuliskan disini mengenai asal usul istilah wartawan,reporter, dan Pers.

-istilah Wartawan berasal dari kata Sanskerta,Writa yaitu artinya di gerakan, terjadi,lalu,lewat,soal peristiwa,tindakan,tingkah laku, atu bisa juga berarti berita – istilah wartawan di gunakan pada masa kenerdekaan sebagai pengganti kata jurnalis pada jaman Belanda.

-istilah Reporter diambil dari dunia Birokrat pada abad ke-15, para birokrat pada waktu itu patut di jadikan teladan karena tulisan mereka itu rapi, jelas,bagus, juju dan objektif, pemungutan istilah Reporter itu di harapkan agar wartawan bekerja seperti para birokrat Eropa pada abad ke 15.

-sedangkan istilah Pers (dalam bahasa Belanda) atau Press (bahasa Inggris) muncul setelah di temukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1940, pers atau press artinya tekan. istila tersebut  di pakai pula untuk wartawabn televisi dan radio yang tidak menggunakan media cetak. (sumber : panduan jurnalistik praktis)

4 thoughts on “Wartawan, Reporter, dan Pers.

  1. Pernah aku baca ide serupa mengenai orang yang mempelajari bintang (baca: langit), orang yang mempelajari dari jauh dengan pengamatan dan teori disebut astronom, dan orang yang mempelajari dari lapangan disebut astronot.

    Postingan bagus, teruslah menulis.

  2. Mohon membedakan penulisan antara “kata kerja pasiif” dan “kata depan” supaya pembaca tidak salah persepsi ketika membaca. Contoh: “di jadikan” seharusnya “dijadikan”. Smoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s