BARA API

Aku kembali menulis lagi. Entah apa mungkin ini sebuah pelepasan dari sebuah emosi amarah, kesedihan atau pun kerinduan yang ingin di lupakan barang sejenak.

Muncul pemikiran seperti ini mengenai semangat:

Semangat itu ibarat bara api. Yang pada awalnya hanya berupa beberapa batang kayu kering ataupun hanya sebongkah batu yang menjadi pematik lalu mencari pembara agar nyala bisa bertahan dan membesar. Api itu membesar dan membesar suatu ketika angin besar datang dan bertiup membuat goyah bara api tersebut namun bara api bertahan. Percikan percikan air pun datang bara api itu pun masih bertahan.

Namun bagaimana jika hembusan semakin kuat percikan air yang bisa saja mematikan kobaran api tersebut semakin banyak. Sedangkan api berusaha mempertahankan bara nya agar tetap menyala walaupun ia harus memakan sumber baranya sendiri untuk bertahan-namun apa daya bara api pun padam karena tidak ada tambahan sumber bara yang memberinya.

Sama halnya dengan semangat manusia apalagi manusia adalah mahluk sosial – pasti membutuhkan orang lain menjadi penyemangat ketika bara api dalam diri manusia tersebut telah padam
Kecuali ada keajaiban dari hembusan angin yang menyalakan bara yang tersisa.

(megasavitrhi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s