Piano Marrie Vermeulin

Marrie Vermeulin

Marrie vermeulin nama yang mungkin tak asing lagi bagi penggemar musik piano klasik. Namun bagi saya yang bukan penggemar berat piano klasik , nama Marrie Vermeulin merupakan nama yang sama sekali tidak saya kenal  apa lagi mendengar permainan pianonya. Dan baru saja saya mendengar namanya ketika di sebutkan oleh salah satu guru bahasa saya.

Ternyata Marrie vermeulin akan mengadakan  konser piano pertamanya di Balikpapan untuk memperingati 150 tahun Claude Debbusy – siapa lagi Debussy itu? Apakah seperti  Wolf Gang Amadeus Mozart ataukan seperti Beethoven? Entahlah saya hanya menerka nerka pada saat itu. Awalnya saya tidak terlalu tertarik untuk menonton konser piano tersebut namun karena harga yang di patok cukuplah murah hanya Rp. 20.000 untuk etudiant dibandingkan harga  untuk umum, maka saya pun ‘mbelani’ untuk beli tiket tersebut untuk sekedar ingin tahu, bagaimana sih konser nya? siapa Marie itu ? bagaimana sih musiknya?

Ternyata banyak juga yang melihat konser piano Marie namun rata rata kebanyakan para ekspatriat Perancis. bersama dengan beberapa kawan, malam itu  saya pun duduk di dalam ballroom salah satu hotel berbintang di Balikpapan setelah beberapa saat mengantri untuk robek karcis.

Tak lama suara MC pun terdengar, memberitahukan para pengunjung untuk mematikan seluruh alat komunikasi dan menon aktif kan flash kamera.

Baiklah ini bukan konser musik biasa yang kita bisa berdiri dan menghentak hentakkan kaki melompat lompat sesuka hati.

Mari kita menikmati..
Ternyata marrie merupakan pianis muda Perancis, pianis yang lahir tahun 1983 ini merupakan pemenang dari beberapa kompetensi bergengsi kelas dunia, marrie mampu meraih tempat di khasanah pianis-pianis perancis dengan gayanya yang berkilau dan penuh warna, serta memukau dengen repertoir musik klasik dunia.

Dengan gaun hitammya Marrie pada malam itu mempersembahkan resital piano untuk merayakan 150 tahun lahirnya Claude Debussy di Perancis (1862-1918). .Marrie memainkan  karya Debussy yang diramu dengan karya penganggum terbesarnya, Oliver Messiaen (1980-1992)
Beberapa musik yang di bawakan oleh marrie:
Oliver Messiaen : Ile de feu 1
Claude Debussy : estampes
Claude Debussy / 0.Messiaen : prelude croises
Claude Debussy : Pour le piano
O.Messiaen : Ile de Feu 2

Permainan Piano Marrie memukau para pengunjung malam itu. Nampak dari tepukan tangan para pengunjung yang membahana, apalagi setiap selesai sesi pianonya Marie sejenak beristirahat di belakang panggung, kira kira tak sampai 10 detik. Namun tepukan tangan penonton untuk segera tampil semakin kencang (mungkin itu taktik para pemain piano untuk mengetahui penonton suka apa tidak penampilan bermusiknya – entahlah)

“suatu kebanggaan bagi saya bisa bermain di Balikpapan,walaupun belum banyak kegiatan kegiatan kebudayaan yang belum bisa di hadir kan di Balikpapan, namun saya merasa terhormat bisa bermain di sini”  tutup Marrie di akhir wawancara.

Andai saja Marrie membawakan musik yang bisa saya kenal ataupun umum biasa di perdengarkan mungkin tepuk tangan saya akan membahana juga.🙂

www.kompasiana.com/megasavithri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s