Thibault Cauvin – tidak sekedar genjreng

Beberapa Waktu yang lalu saya menghadiri sebuat konser musik. konser musik ini bukan lah konser musik biasa. di dalam konser musik ini tidak  ada Drum, Bass, Keyboard ataupun Sound System segede panggung. walaupun di gelar di dalam sebuah Hotel berbintang 5 namun di konser ini terlihat sangat simple dan sederhana hanya ada sebuah bangku dengan latar belakang kain hitam polos yang menutupi latar belakang di dindingnya. Sorot lampu panggung pun tidak ada yag bewarna warni la ksana konser besar para bintang. hanya beberapa lampu kuning sorot yang tepat menyorot bangku kecil yang terdapat di tengah panggung.

Ya inilah Concert De Guitare Thibault Cauvin  . Konser gitar yang merupakan salah satu rangkaian perayaan Festival Seni Tahunan Budaya Prancis yang di selenggarakan oleh Alliance Francais de Balikpapan. Sebelum memulai konsernya Thibault pun memperkenalkan dirinya. Sejenak saya sempat terkejut ia bisa berbicara bahasa inggris dengan lancar dan fasih. Karena yang saya tahu orang perancis selalu berbicara dengan bahasa nya.

Thibault Cauvin memang berasal dari keluarga musisi. Belajar gitar sejak usia 6 tahun dari sosok seorang ayah. Setelah lulus dari Bordeaux dan Paris Konservatori, Thibault Cauvin langsung terjun dalam kompetisi internasional. Setelah lulus dari Bordeaux dan Paris Konservatori, Thibault Cauvin langsung terjun dalam kompetisi internasional.Ia juga telah melakukan lebih dari delapan ratus konser di 5 benua. Ia membuat para kritikus mengakui bakatnya.ia juga memenangkan tiga belas penghargaan dari berbagai kompetisi internasional.
(dari : berbagai sumber)

Pada awalnya saya berpikir konser gitar klasik ini banyak memainkan  music yang terpusat pada senar namun teryata Permainan Thibault Cauvin pada malam itu memang tidak sekedar genjreng dia juga memaksimalkan semua yang ada pada gitar klasiknya, dan alhasil permainan gitar nya juga diwarnai dengan permainan perkusi cantik dari tabung gitar nya. Setiap ia memainkan program lagu yang di bawakanya, Thibault selalu bercerita mengenai asal usul ataupun sejarah dalam penciptaan music nya tersebut , seperti ada beberapa lagu milik ayahnya  yang di ciptakan juga oleh ayahnya sendiri ketika ia kecil dan ada juga lagu yang di aransemen oleh temannya yang  mendeskripsikan tentang Calcuta sebelum ia pergi ke Kyoto. (by.mega) 

El Angel (Astor Piazzola)
-Milonga del Angel
-Muerte del Angel

Night and Day (Roland Dyens)
– Take the  A train (B. Strayhorn)
-Felicidade (C. Jobim)

Guitar City (Philippe Cauvin)
-Voyage au bord de la neige rose
-A l’infini pour ma mere

Koyunbaba (Carlo Domeniconi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s