RAISKUKER – cerita belum selesai

Pernahkah terpikir atau  membayangkan bahwa benda benda skitar kita itu hidup dan berbicara walau tidak secara verbal.
Bertingkah laku walau tidak secara langsung terlihat.
Atau benda benda tersebut bernyawa tanpa kita sadari

Dirumah kami mempunyai sebuah penanak nasi (ricecooker – raiskuker) raiskuker tersebut sudah lama dibeli ibu mereknya (apa perlu saya sebut disini?) Pernah muncul di iklan tv dengan salah satu slogannya yang terkenal ‘idenya siapa?’ (Bisa anda tebak sendiri).


S
elama beberapa tahun raiskuker itu sudah membantu kami dalam mengolah beras menjadi nasi yang bisa dimakan setiap hari.

Tapi belakangan ini ibu sering mengadukan kepada ayah tentang raiskukernya yang sudah (dianggap)bekerja tidak maksimal, bagaimana tidak beras yang ditanak tidak pernah menjadi nasi – mau makan apa kami? Roti? Beli?
Karena (dianggap) tidak bekerja maksimal akhirnya ibu menanak secara tradisional dengan menggunakan dandang.
Apakah raiskuker kami rusak?

Belum..cerita ini  belum selesai.

Beberapa hari yang lalu ibu saya mengadukan kepada saya (bukan kepada ayah lagi) beliau bilang raiskuker ini kalo ditungguin masaknya mateng, beras yang ditanak jadi nasi yang enak dan pulen.
Jadi apakah raiskuker kami rusak?

Belum.. cerita ini belum selesai

Kemarin ibu belanja kepasar bersama ayah, ayah bertanya kepada ibu apakah sudah menanak nasi buat makan siang jadi pulang kerumah tinggal makan. Dan ibu mempercayakan semua pada raiskuker kami dirumah, tapi apa yang terjadi sekembali pulang dari pasar beras yang ditanak belum jadi nasi.mau makan apa kami?  Roti?beli?
Jadi apakah raiskuker kami rusak?

Belum..  cerita ini masih belum selesai

Dan ibu sedikit panik dan munculah ide mencoba menunggui raiskuker menanak nasi, menunggui disini bukan duduk dan melihat raiskuker tapi menunggui dengan mondar mandir sekitar dapur saja intinya sedikit ditengok raiskuker kami.
Jadi apakah raiskuker kami rusak?

Belum..  cerita ini masih belum selesai

Tidak raiskuker kami tidak rusak tapi sedikit minta diperhatikan. Karena kamimasih bisa makan nasi dari raiskuker kami, asalkan harus sering ditengok danjangan ditinggal sendirian kalo menanak nasi

Jadi apakah raiskuker kami……bernyawa?

(me)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s