5 centi saja sampah di depan mata mu akan kah kau pungut?

Bukannya ikut ikutan membahas hanya karena lagi musimnya,  ini hanya karena apa yang muncul di pikiran saya.
Semalam saya ngobrol dengan kawan saya, kawan saya ini bercerita beberapa kawannya akan mengadakan pendakian ke Gunung Semeru, sebagian anggota malah belum pernah punya pengalaman mendaki, yang mungkin hanya ingin mendaki karena tersugesti sebuah film 5 centi. Begitu hebatnya sugesti film ini.

buku

Soal film  5 centi sendiri , Saya sudah menonton filmnya bukan dorongan ikut ikutan atau ajakan melainkan hanya dorongan rasa kangen terhadap Mahameru, kebetulan juga novel nya sudah saya baca sebelum film ini tayang dengan  antrian yang mengular.

*coba semua film indonesia buat film tentang keunggulan indonesia seperti ini

Sebelum 5 centi ada mungkin orang bayak mengetahui Bromo, tapi apakah Mahameru akan menjadi Bromo yang sudah menjadi ajang pariwisata, tempat shooting perusahaan film dan media hingga menjadi hal yang biasa.

Namun kekhawatiran saya adalah, kekhawatiran yang muncul setelah mendengar cerita kawan saya. Mahameru menjadi banyak yang tau. Mahameru menjadi suatu hal yang mainstream  Akan banyak lagi pendaki ‘5cm’ di sana yang mungkin tersugesti indahnya sajian alam Ranukumbolo yang terpampang lebar di setiap bioskop bioskop film ternama . Yang dengan mudah menikmati sajian alam Ranukumbolo dan hamparan lembah yang luar biasa indah, tanpa bibir terucap “masih jauhkan ranukumbolo” disertai nafas yang ngos ngosan dan semakin terpacu dengan kalimat “itu sebentar lagi, sudah dekat” lalu berjalan kaki lagi selama berjam jam lamanya berkilo meter jauhnya.

P1010919

Atau sudah bisa melihat puncak tanpa harus waswas terhadap batu yang bisa menggelinding menimpa kita, kaki kaki yang tenggelam dalam pasir dan sepatu yang penuh terisi pasir semeru, dingin yang sangat menggigit,  berjalan merayap perlahan namun pasti dini hari dengan penerangan hanya sebuah senter, merasakan di semangati oleh pendaki pendaki lain. Uluran tangan dan jabat salam dari sesama pendaki yang tiba di puncak. Sungguh itu luar biasa melebihi sebuah film.

Oke saya senang  akan banyaknya kawan kawan pendaki, maka makin banyak saja yang mencoba mengenal alam negerinya.

IMG_0091

Mendaki bukan hanya persoalan melangkahkan kaki lebih dari biasanya. Namun ini soal kesiapan mental,  fisik, perencanaan yang matang dan kerjasama team/kelompok. Apa iya anda ingin mendaki namun anda hobi jalan jalan ke mall, tak mau kena panas, hujan, takut becek, lecet, capek. Mungkin tidak saya sarankan. Atau pikirkan lah. Jangan sampai hanya ikut ikutan, jika memang sudah mantap, nikmatilah alam secara bijaksana. Jangan sampai bisa menikmati alam namun tidak bisa menghargai alam. Semua ada etika semua ada aturan, jangan sampai euphoria film demi eksistensi mengalahkan apa yang harus kita lakukan demi menjaga alam tetap utuh apa adanya, jadilah tamu alam yang baik.

Sampai jumpa Mahameru semoga kelak saya dan anak cucu saya nanti bisa berjumpa lagi denganmu.

Jangan ambil sesuatu kecuali foto
Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak.
jangan membunuh sesuatu kecuali waktu.

Salam Lestari

3 thoughts on “5 centi saja sampah di depan mata mu akan kah kau pungut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s