Dialog Dari Sudut Terminal

Lanjutan main arus pekalen atas_Siang yang tidak terik dan hujan tipis tipis dalam angkot Surabaya  . walaupun bukan pertama kalinya namun tetap aja bingung, sudah sekian lama gak naik angkot sejak kuliah 5 tahun lalu di kota yang sama. untung ada ibu dan mbak mbak yang arah turun nya sama dengan saya. “ bu ini angkot ke terminal joyo boyo” “iya mbak, ntr mbaknya turun di sana saja sama saya, mbak nya di jemput di sana?” “iya bu, saya di jemput di sana” “oh sama kayak saya cuman saya langsung naik angkot lain”

Kondis angkot siang itu cukup padat, ransel saya letakkan di kaki namun lama kelamaan kaki saya terasa sakit dan terjepit, tas ransel berat ini terlalu menghimpit rupanya, saya benarkan letak ransel, tas  kantung kecil khusus dompet dan identitas saya  letakkan di depan yang memang sengaja saya pisah dari ransel besar. Tak seberapa lama “itu mbak sudah dekat” kata ibu itu, saya pun melongokan kepala saya ke luar jendela angkot, terlihat gedung dengan tulisan Joyo Boyo yang dibentuk besar.

Terminal JoyoBoyo

“duluan ya mbak” pamit ibu itu yang berprofesi sebagai perawat di salah satu RS Surabaya

Saya pun bergegas turun dan menekan tuts handphone seri terbaru sembilan tahun yang lalu, untuk memberitahukan posisi saya menunggu kepada mas Kipli. Ini akan membutuhkan waktu sedikit lama, apalagi mendung mulai terlihat tebal berarak menggantung, mau hujan lagi sepertinya , saya kemudian memutuskan untuk duduk dan merapatkan badan saya di sebuah pos kecil yang terletak di pintu masuk terminal.

“permisi pak saya boleh numpang duduk”
“ohh..silahkan nak” ucap bapak tua yang memakai seragam kemeja putih dan bercelana kain panjang biru tua , di seragamnya putihnya tertempel beberapa emblem yang menunjukan lokasi tempat ia bekerja, Terminal Joyoboyo. Dengan mengenakan topi biru tua dan masker penutup hidung seadanya bapak tersebut sibuk menerima recehan dari para supir angkot yang memasuki gerbang terminal.

joyoboyo

“dari mana nak” Tanya bapak itu dengan logat Timor, rupanya bapak ini bukan orang jawa Surabaya aseli
“Sidoarjo pak, nunggu jemputan disini ” jawab saya
dan bapak tua itu sesekali bangkit dari tempat duduk di posnya untuk menghampiri jendela supir supir angkot yang menjulurkan uang recehnya.
“kuliah ya nak? di mana ?” Tanya bapak itu lagi

Upss..

“iya pak saya kuliah semester akhir” saya pun berbohong, dari pada ngaku dari luar kota panjang lagi ceritanya. (maaf ya pak)

“ooh kuliah, anak saya itu juga udah selesai kuliah, kemaren saya datang di wisudanya dia” cerita bapak itu
oo..hebat juga bapak ini, bisa menyekolahkan anaknya sampai kuliahnya selesai.

“oiya pak, ambil jurusan apa anaknya?” Tanya saya lagi
“jurusan ilmu transportasi nak” sambil menyebut salah satu universitas swasta terkenal di Surabaya
“ooo gitu” saya pun mengangguk angguk
Bapak itu pun menlanjutkan “susah ya nak kuliah itu apa lagi kalo ngurusin skripsi, anak saya itu kalo udah ngurusin skripsi mana bisa di ganggu – bapak jangan ganggu saya masih sibuk urusin skripsi – menirukan ucapan anaknya dengan logat kental orang timor

“iya pak skripsi memang susah” balas saya
“apa lagi kalo sidang sidang gitu ya” lanjut bapak itu lagi “iya betul pak kadang dosen pendamping  juga ikut ikutan menjatuhkan” jelas saya lagi, sambil membasahi kerongkongan dengan air botol bermerek ternama yang tentunya sudah saya refill isinya dengan air putih biasa.

diam sejenak – Gak jadi hujan rupanya – batin saya

kemudian “nak..kalo ipk 3 itu sudah bagus ya ?” Tanya bapak itu lagi
“iya pak sudah sangat bagus itu pak, kenapa pak?”
“kemarin anak saya dapat ipk 3 koma 2, bagus tidak itu nak?”
“ohh sudah cukup bagus itu pak, biasanya kalo perusahan di lowongan lowongan sekarang nyarinya minimal ipk 2, 75 atau 3 koma  ”

Bapak itu mengangguk angguk

“kuliah itu banyak betul yang di butuhkan ya nak,komputer buat ketik ketik gitu apa namanya itu yang bisa di bawa bawa, bentuknya kecil?”

“latop pak”
“iya letop, kalo del del itu bagus tidak nak” tanya bapak itu lagi sambil masih tangannya sibuk menerima uang receh dari para supir angkot
“del Del? Oh Dell ” pikir saya berusaha memahami maksud kata bapak itu “oh bagus kok pak kalo hanya sekedar buat ngetik dan ngeprint saja sudah cukup bagus itu”
“iya ya nak saya itu kadang heran, orang orang pejabat itu letop mahal mahal tapi belum tentu bisa pakai, kemaren waktu di kelurahan itu petugas sana malah masih tanya anak saya gimana cara pakai letop, jabatan tinggi tapi pake letop aja ga bisa” dan saya pun cuman..HA..HA..HA.

Bapak tua asal timor yang ternyata sudah 18 tahun tinggal di Surabaya ini hanya manggut manggut.

“anak bapak sudah bekerja?” tanya saya lagi
“belum kerja nak, tapi dia di rumah sambil ngasi les anak SD sama SMP dari pada nganggur, setiap pertemuan belajar cuman seribu rupiah saja”
“les apa pa?Banyak pak murid nya?” Tanya saya lagi
“Yaa kadang matematika, fisika, bahasa..lumayanlah nak, paling tidak sudah gak minta minta uang lagi sama orang tuanya ini”

Dan bapak tua itu pun melanjutkan ceritanya.

“tapi bapak senang kalo liat anak bapak itu lulus, senang sekali, rasanya tanggungan orang tua itu selesai sudah menyekolahkan anaknya sampai tinggi” kemudian diam sejenak “..kita ini kerja keras begini kan untuk anak, kalo sudah selesai tinggal anak yang memikirkan untuk mencari penghidupan mereka sendiri mau seperti apa..”
“betul pak betul itu..” saya manggut manggut dan menatap langit.

langit tidak jadi mendung, saya kemudian mengalihkan mata saya ke seberang jalan memicingkan mata saya, oh mas kipli sudah datang rupanya..

“bapak saya pamit pulang dulu, terimakasih tumpangannya pak”
“iya nak iya..hati hati”

Saya pun mengangkat ransel dan menyeberang jalan, sementara bapak itu mengamati saya dari kejauhan, saya lambaikan saja tangan saya dan bapak itu membalas melambaikan tangannya juga.

Mari kita lanjutkan perjalanan lagi..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s