Rasa Biasa, Pedas Luar Biasa Terbakar – Mbah Djayus

Dari terminal Arjosari perjalanan saya masih berlanjut , yaitu perjalanan untuk mengisi perut..hahah..motor yang dibawa adik saya pun berbelok kearah jalan Candi entah pastinya dimana saya kurang paham, namun di sekitar daerah tersebut terdapat deretan ruko dan sebuah warung yang sangat ramai dengan pembeli yang keluar masuk. Kata adik saya ini warung mbok Djayus ini merupakan tempat favorite nya kalo ingin makanan pedas. Kalo saya lihat warung ini sederhana hanya menjual menu sambal bawang, yang membuatnya berbeda adalah sambal bawang ini boleh menggnakan jumlah Lombok sesuai dengan permntaan pembeli, jadi nyonyor nyor tuh bibir..hahaha..

djayus1

Walaupun hanya menyediakan makanan ndeso namun kursi dan meja warung mbok Djayus tak pernah sepi, ada saja pembeli. Untuk memesannya kita cukup memilih lauk apa yang kita inginkan seperti ayam goreng ,tahu goreng atau tempe kedelai goreng, rempela ati dll. ada juga sedikit lalapan sayur jika memang menginginkan sayur. namun rata rata pembeli lebih menyukai lauk berupa ayam goreng dan tempe / tahu serta nasi hangat dan secobek sambal bawang nikmat pedas.

“berapa lombok mas?” teriak mbak pelayan warung “sepuluh, mbak” teriak laki laki di sebelah meja saya
ebuseett..pedesnya gmana itu, lirik saya ke meja di sebelah. saya sih cukup tiga lombok rawit saja..hehehe

Kalo saya perhatikan peminat sambal bawang mbok djayus ini dari berbagai kalangan, mulai keluarga, orang tua hingga anak anak muda, eh yang mau dugem dan makan dulu juga ada..hahaha..

Untuk rasa makanannya sendiri pun biasa, hanya lombok hijau yang di gerus bersama bawang putih , garam dan ditambah sedikit minyak jelantah. Rasanya biasa namun nikmat pedasnya nya itu yg luar biasa-mungkin karena efek lapar kalinya. Dan jangan salah warung mbok djayus ini juga pernah di datangi beberapa artis ibu kota..terlihat dari poto poto yang di pasang di dinding warung mbok Djayus.

Oiya untuk harga perporsinya sendiri pun sangat murah, 2 porsi dengan lauk ayam dan tempe serta sepiring nasi hangat beserta sambal lengkap di sajikan bersama cobek dan ulekannya-saya gak makan ulekannya lho,  menghabiskan sekitar 19.000 rupiah tanpa minum – saya bawa minum sendiri.

Jadi bagi anda yang hobi membakar lidah- penikmat sambal pedas dan belum pernah merasakan sego sambel mbok Djayus dan kebetulan jalan jalan di daerah Kota Malang cobalah melipir ke warung Mbok Djayus di seputaran daerah candi.

soo..perut kenyang, hati riang, mari kita pulang..la la la

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s