Setapak Rinjani 3 ( Menapak Puncak)

menapak puncak

Selasa tanggal 27 mei 2014, sebelum melangkahkan kaki menapak jalur puncak Rinjani, kami semua berdoa kepada Ilahi agar diberi kelancaran dan keselamatan perjalanan. Dan kami pun mulai berbaris rapi penuh konsentrasi menembus pekatnya pagi, berjalan mendaki, menapak tanah menanjak berpasir, tubuh Gunung Rinjani. Bismillah.

Jalan menuju puncak Gunung Rinjani ini memang panjang dan berpasir walaupun tidak sedalam pasir Gunung Semeru karena pasir di gunung Rinjani masih didominasi oleh kerikil. Jalur yang terbuka membuat kita sulit menghindar dari terpaan angin gunung. Di sebelah kanan dan kiri jalur, terdapat jurang yang sangat curam, membuat setiap pendaki harus selalu berhati-hati. Salah satu kawan kami, Lala namanya, tiba-tiba terduduk dan merasakan kedinginan yang luar biasa, beberapa kawan memeluk dan kami pun berusaha memberikan pertolongan pertama, beberapa pendaki lain yang lewat dan melihat kondisi salah satu kawan saya pada saat itu menyempatkan berhenti dan  mengeluarkan thermal blanket, serta memasak segelas susu hangat di tengah derasnya angin Gunung Rinjani. Tidak banyak yang terucap dari kami, hanya terima kasih tulus yang bisa kami ucapkan ke dua orang pendaki tersebut.

Di tengah perjalanan hampir mendekati puncak, tiba-tiba angin berubah menjadi sangat deras seperti kipas angin raksasa diputar dengan kecepatan maksimal.  Saya juga sempat mengalami drop pada saat itu, entah mengapa hati ini tidak ingin menyelesaikan perjalanan menggapai atapnya. Ah.. sudahlah, saya hanya terduduk di batu besar dan menghadap ke bawah, memandangi para pendaki yang lewat, cukup lama saya terduduk di atas batu, hingga beberapa pendaki wanita turun dan menyemangati saya. Saya tidak kenal mereka dan begitu sebaliknya. Mumpung diberi sehat dan kesempatan, kenapa tidak diselesaikan. Ini bukan penaklukan tapi pencapaian, karena alam tidak bisa ditaklukan, apalagi cuaca saat itu juga sangat cerah.

Pendaki gagah jelita

Sekitar pukul setengah sepuluh pagi, akhirnya saya ( sebelah kiri, kupluk biru ) sampai di puncak. Dan lebih puas lagi saya berhasil mengalahkan kelemahan hati dengan berhasil menapak puncak Gunung Rinjani. Panorama dari atas puncak sangat indah, terlihat hamparan biru Danau Segara Anak membentang luas, berpadu dengan taburan awan halus di atasnya, di tengah danau terlihat anak Gunung Rinjani yang dinamakan Gunung Baru Jari yang memiliki kawah berukuran 170mx200m dengan ketinggian sekitar  2.376 mdpl.

Alhamdullilah..Allahu Akbar.. Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban. Maka nikmat Tuhanmu  manakah yang kamu dustakan.

Sekitar pukul 2 siang saya dan kawan satu tim tiba di tenda dan langsung turun ke Segara Anak pada pukul 6 sore pada hari itu juga,  dan sampai di Segara Anak sekitar pukul 01.00 dini hari.

 

next- Nikmat ikan bakar Segara Anak

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s