Setapak Rinjani 4 ( Nikmat ikan bakar Segara Anak )

Pesona Rinjani

Pesona Rinjani

Rabu, 28 mei 2014, pagi harinya, karena mengejar jadwal penerbangan sdan berbagai keperluan beberapa tim memutuskan untuk lanjut turun pintu gerbang Senaru, karena pertimbangan fisik dan kondisi yang tak memungkinkan, Saya dan Arfi, kawan satu tim, memutuskan untuk bermalam di Danau Segara Anak, sembari memulihkan tenaga, dan berpisahlah regu dari 20 orang tersebut menjadi 2 orang wanita dan seorang porter. Daripada cidera dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan jika memaksa terus turun Senaru, lebih baik beristirahat dan menyantap mujair hasil pancingan dari porter, yang sangat lezat dinikmati hangat-hangat.

Danau Segara Anak

Danau Segara Anak

Hari terakhir di Rinjani saya habiskan menikmati pemandangan alam Danau Segara Anak dan memanjakan tubuh di kolam mata air panas, Segara Anak merupakan danau yang terletak di kaldera Gunung Rinjani menurut beberapa sumber, nama Segara Anak mempunyai arti anak laut, karena warna birunya mengingatkan pada laut. Danau ini terletak di ketinggian kurang lebih 2000 mdpl.

Kamis 29 mei 2014, pagi sekitar pukul 06.00  kami mulai melanjutkan perjalanan menuju pintu gerbang Senaru bersama seorang porter, sebelum itu, kami membersihkan sampah di sekitar tenda, sampah organik kami kubur dengan tanah sedangkan sampah non organik kami kumpulkan bersama beberapa tabung gas kosong serta baterai untuk kami bawa turun.

Fisik yang sudah pulih membuat ringan langkah kaki. Untuk menuju gerbang Senaru, kami harus melalui Pelawangan Senaru, medan yang dilalui cukup terjal dan licin. Sesekali berhenti menoleh kebelakang seakan berat meninggalkan keindahan alam yang disajikan. Sepanjang jalan saya berjumpa dengan beberapa porter dan lagi-lagi hanya dengan alas kaki yang minim mereka turun tanpa tergelincir dengan pikulan bambu yang sarat beban berat di depan dan belakang.

porterrinjani

Para porter Rinjani

 

“Mau ada pesta di Segara” celetuk salah satu porter dengan sedikit tersengal, seperti mengerti maksud pandangan mata kami.

Sekitar 3-4 jam perjalanan dari danau, kami mulai memasuki hutan Senaru, Untuk jalur senaru sendiri berbeda dengan jalur sembalun yang kering dan panas. Jalur senaru lebih  adem karena banyak  pepohonan yang tumbuh di hutan ini, cuaca yang lembut, hijaunya dedaunan dan kicau burung mengiringi setiap langkah kami. Walaupun begitu Saya pun sempat merasakan basah kuyup terkena hujan dan tergelincir di Hutan Senaru.

Walaupun kami hanya berdua dan porter telah mendahului, kami tidak merasa sendiri karena banyak pendaki yang kami temui disepanjang jalur, kami terus berjalan agar tidak terjebak gelap di dalam hutan, kecuali sekedar meneguk air membasahi kerongkongan yang kering. Karena kami hanya berdua, munculah inisiatif kawan saya untuk bernyanyi, hingga sekelompok pendaki lain yang tepat berada di belakang kami ikut juga bernyanyi, bercanda dan tertawa, serasa seperti sekumpulan regu pramuka yang jalan-jalan di hutan.

Tak terasa sampailah kami di  gerbang  senaru, tepat saat azan Magrib berkumandang. Segelas teh manis dan pisang goreng hangat warung senaru melegakan tenggorokan kami.

Namun gerbang Senaru bukan akhir perjalanan turun. Bagi pendaki yang kelelahan, terdapat ojek dengan tarif 15.000 rupiah, dan saya menggunakan jasa ojek tersebut untuk turun ke Rinjani Treking Centre yang berjarak sekitar 1 Km dari gerbang Senaru.

Pendakian menapak Rinjani telah lunas dan pada akhirnya sepatu renta saya jebol pada bagian sol. Saatnya beristirahat, pulang memeluk suami tercinta, kembali dengan segudang cerita dan suatu saat akan mendaki kembali, menapaki indahnya bumi pertiwi bersama anak-anak saya nanti.

Allhamdulilah, maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan.

 

Ps: Catatan perjalanan ini saya ikutkan lomba di http://www.pendakigunung.org – namun sayang saya belum beruntung :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s